Jumat, 19 November 2010

g e j o l a k

Kadang terasa hidup itu tak ada yang adil
seharusnya bisa malah jadi tidak
angan angan keberhadilan sebuah negara tampak seperti layang-layang
generasi yang mana yang akan memperbaikinya
wahai negara dan isinya
tahukan engkau, masih banyak yang bermimpi bisa hidup tenang didalammu
tidak diterawang adanya kejahatan manupulasi
tapi... watak petingginya seperti tidak punya hati dan rasa

masih... masih...

ada yang hanya makan nasi aking, dan hidup bersisa tulang belulang

sedangkan saudaranya - yang katanya sedarah sebangsa dan setanah air - berhangat berganti kostum ondel setiap terlihat... piyee iki

Sekali lagi, generasi mana yang bisa menghapus kalian semua
wahai petinggi yang sudah lama, berikan bekas pakaimu* yang baik untuk negara
Jangan hanya memperkaya dirimu sendiri dengan harta kami*
perkaya dan pintarkanlah hati dan otakmu agar bisa sampai melihat kesusahan saudara jauhmu yang hidup tanpa mengandalkan hari esok

siapa yang harus disalahkan

rela jual tanah dan rumah bahkan keluarga demi memenagnkan pemilu
eeeehhhhh... sekalinya gagal malah stress menuju gila (payah)

Lakukan sesuatu yang profit kek buat yang sudah mencoblos dirimu di kertas mahal itu

buat apa membenarkan gedung DPR yang sudah miring, pikiran mereka saja sudah miring, ngga lurus sesuai tanggungjawabnya

kenapa tak pindahkan saja "tempat kerja" mereka beralaskan terpal

terpal yang sama seperti yang kalian lakukan pada anak-anak sekolah
yang atapnya bahkan sudah rubuh

berpura saja menjadi orang buta..

kita tidak perlu lebih maju dari bangsa lain, kita tidak menjadi bahan tertawaan mereka saja rasanya cukup ( GIE )

*hasil kerja
*uang kami

tasyainanda, pare 26 agustus 2010

Tidak ada komentar: