suatu malam itu, bulan bersinar dengan sempurna
Sesempurna kedatangan seseorang dari suatu masa
yang tak-nya sangka kan bertemu dengan yang lain
kaumungkin dan tak tahu juga, apa dia merasakannya
memang seperti sudah habis sebuah pengharapan
tetapi tak di minta sebuah balasan
sakitnya itu tidak sakit
perih nya itu tidak akan pernah perih
karena mungkin belom kau cicipi
tapi itu hanya pemikiran negatif dari pengharapan sempurna
karena tak berani berharap ataupun bermimpi
kau bukan yang terbaik, kau bukan yang tersempurna
bagi-nya kau biasa-biasa saja
entah bagi yang lain
karena rasa itu bukan dari sebuah tatapan
karena rasa itu bukan dari sebuah pemberian
tapi dari sebuah ketulusan
rasa tak kau pedulikan sedikitpun tentang sebuah rasanya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar